You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan Depok
Kalurahan Depok

Kap. Panjatan, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

WEBSITE RESMI KALURAHAN DEPOK KAPANEWON PANJATAN KABUPATEN KULON PROGO

Sejarah Desa

Admin Kalurahan 06 Maret 2019 Dibaca 25.854 Kali
Sejarah Desa

 

 

 

 

 

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, asal-usul kalurahan Depok adalah sebagai berikut:

Akibat serbuan Belanda, Beberapa Abdi dalem Keraton Mataram harus pergi meninggalkan Keraton untuk menyelematkan diri, salah satunya adalah Garwa Ampean bersama abdi dalem setianya, yaitu Kyai dan Nyai Depok.

Garwa Ampean bersama abdi dalem setianya menyelamatkan diri dengan pergi ke arah tenggara,hingga tiba di suatu tempat yang masih berupa rawa, dengan ilalang menjadi pemandangan di segala sisi, serta penduduk yang masih sedikit.

Untuk melindungi daerah itu dari bahaya, Beliau bersama abdi dalem setianya membuat tanggul di sebelah utara. Selain menjadi aman, daerah tersebut tumbuh dengan pesat, dan penduduk menaruh rasa hormat dan kepercayaan pada Beliau. Untuk melestarikan dan menjaga daerah tersebut, Garwa Ampean menunjuk salah satu pengikut setianya untuk "ngesuhi" daerah tersebut.(saat ini daerah tersbut dikenal dengan nama Padukuhan Tanggul dan dibagi menjadi 3 padukuhan yaitu Tanggul Wetan, Tanggul Kidul dan Tanggul Kulon). 

Tidak hanya membuat tanggul, Garwa Ampean dan pengikut setianya juga memberikan ilmu bertani, bekerja dan pertukangan kepada penduduk. Garwa Ampean memberi kepercayaan kepada Kyai Depok untuk melaksanakan tugas tersebut.

Garwa Ampean bersama para abdinya akhirnya juga membuat daerah di sebelah barat yang berupa rawa dan dipenuhi tumbuhan ganggeng dan lumut bisa dihuni penduduk.

beberapa tahun kemudian Garwa Ampean meninggal dunia dan perjuangan beliau dilanjutkan oleh Kyai dan Nyai Depok. Kyai dan Nyai Depok sangat dihormati penduduk karena pribadinya yang lembut, sabar dan penyanyang. Begitulah kemudian penduduk melestarikan Nama "Depok" menjadi nama sebuah daerah yang kini dikenal dengan Kalurahan Depok.

Hingga saat ini Pemerintah kalurahan Depok masih terus melakukan Penelusuran  dan pencarian literatur terkait asal-usul dan tanggal berdirinya Kalurahan Depok.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp2,103,091,734 Rp2,135,413,890
98.49%
Belanja
Rp1,901,864,567 Rp2,023,681,452
93.98%
Pembiayaan
Rp323,848,416 Rp323,848,416
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp39,521,926 Rp39,251,926
100.69%
Hasil Aset Desa
Rp11,140,000 Rp13,720,000
81.2%
Lain-lain Pendapatan Asli Desa
Rp39,580,040 Rp37,670,000
105.07%
Dana Desa
Rp951,698,000 Rp951,698,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp140,070,762 Rp173,544,708
80.71%
Alokasi Dana Desa
Rp817,029,256 Rp817,029,256
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp100,000,000 Rp100,000,000
100%
Bunga Bank
Rp4,051,750 Rp2,500,000
162.07%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,033,994,690 Rp1,100,484,162
93.96%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp630,074,727 Rp637,547,520
98.83%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp61,715,000 Rp75,335,000
81.92%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp140,080,150 Rp165,090,400
84.85%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp36,000,000 Rp45,224,370
79.6%